Pupuk Indonesia Energi, Hadir untuk Efisiensi

01Okt '19

Pupuk Indonesia Energi, Hadir untuk Efisiensi

Oleh: Direktur Utama Pupuk Indonesia Energi (PI-Energi), Tentaminarto Tri Februartono

Sejak berdiri pada 18 Agustus 2019 lalu, Pupuk Indonesia Energi (PI-Energi), telah menorehkan capaian-capaian signifikan. Selain itu, juga banyak pelajaran-pelajaran berharga yang telah diperoleh.

Pada awalnya, PI-Energi didirikan untuk meningkatkan daya saing industri pupuk.  Daya saing dapat ditingkatkan hanya dengan mengedepankan efisiensi dan reliabilitas energi serta utilitas di lingkungan pabrik pupuk PT Pupuk Indonesia (Persero). Di samping itu juga untuk mengubah utilitas dari cost center menjadi profit center untuk peningkatan nilai (Creating Value) bisnis di lingkungan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Seiring dengan perubahan dari cost center menjadi profit center, PI Energi dituntut untuk mendapatkan laba dengan melakukan efisiensi produk dan meningkatkan reliabilitas. Saat ini pabrik-pabrik di PI-Energi grup baik di Gresik, Jawa Timur maupun di Bontang, Kalimantan Timur cukup efisien karena konsumsi gasnya di bawah rata-rata rasio konsumsi gas untuk pembangkit (Power Plant) secara nasional.

PI-Energi memiliki empat misi. Pertama, melakukan usaha dalam bidang penyediaan energi dan utilitas. Kedua memberikan nilai tambah bagi stakeholders. Ketiga, mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja serta menjaga pelestarian lingkungan hidup dalam setiap kegiatan operasional. Terakhir atau keempat adalah memberikan kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

Sejak pertama kali PI-Energi berdiri, langkah awal yang dilakukan adalah menyiapkan infrastruktur organisasi. Mulai dari sistem, peralatan maupun sumber daya manusia (sdm) agar Perusahaan dapat beroperasi dengan   baik. Selanjutnya pada tahun 2015 dimulai proyek Gresik Gas Cogeneration Plant (GGCP). Selain itu, perseroan juga ditugaskan untuk mengintegrasikan perusahan sejenis yang telah ada yaitu PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) yang diakuisisi pada akhir 2016.

Peletakan batu pertama yang menandai pembangunan GGCP dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Aas Asikin Idat  pada Januari 2016. Pembangunan dilakukan untuk mensuplai kebutuhan listrik dan uap (steam) ke Pabrik Amurea II, milik PT Petrokimia Gresik. Masa konstruksi dilaksanakan selama 22 bulan dan pada 2 April 2018 GGCP dinyatakan beroperasi secara komersil.

Pembangunan GGCP yang selesai tepat waktu segera ditindaklanjuti dengan pre-commissioning, commissioning dan startup dari Pabrik Amurea II sesuai jadwal yang telah disepakati. Hingga saat ini, GGCP masih terus mensuplai kebutuhan listrik dan steam untuk mendukung reliabilitas Pabrik Amurea II khususnya dan pabrik-pabrik milik PT Petrokimia Gresik yang lain.

Keberhasilan menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik perdana yang dapat beroperasi dengan baik meningkatkan rasa kepercayaan diri perseroan untuk membangun pembangkit-pembangkit sejenis di pabrik-pabrik pupuk yang berada dalam naungan PT Pupuk Indonesia (Persero) maupun di kawasan lainnya.

Semua capaian yang telah dikemukakan di atas tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Mulai dari seluruh stakeholders, pemegang saham dan terakhir yang tidak kalah penting adalah PT Petrokimia Gresik sebagai konsumen {}.

releated posts